LAPORAN PENELITIAN

Contoh laporan penelitian biji kecambah

LAPORAN PENELITIAN

Pengaruh Cahaya terhadap Pertumbuhan Biji Kecambah Kacang Hijau

1.      Rumusan Masalah
Apakah cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan biji kecambah kacang hijau?

2.      Observasi
Pertumbuhan aalah proses pertambahan sel paa makhluk hidup. Pertumbuhan padad makhluk hidup khususnya pada tumbuhan dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu faktor luar (eksternal) dan faktor dalam (internal). Faktor eksternal terdiri dari air, suhu, udara, cahaya, dan makanan. Sedangkan faktor internal terdiri dari gen dan hormon.
Hormon pada tumbuhan (fitohormon) adalah sekumpulan senyawa organik bukan hara, baik yang terbentuk secara alami maupun dibuat oleh manusia, yang dalam kadar sangat kecil mampu mendorong, menghambat, atau mengubah pertumbuhan, perkembangan, dan pergerakan (taksis) tumbuhan.
Hormon tumbuhan ada 5, diantaranya auksin, sitokinin, giberelin, gas etilen, dan inhibitor.
Auksin adalah zat hormon tumbuhan yang ditemukan pada batang, ujung akar dan pembentukkan bunga yang berfungsi sebagai pengatur pembelahan sel dan memicu pemanjangan sel di daerah belakang merisem ujung. Fungsi dari hormon auksin ini adalah membantu dalam proses mempercepat pertumbuhan, baik pertumbuhan akar maupun perumbuhan batang, mempercepat perkecambahan, membantu dalam proses pembelahan biji, mempercepat pemasakan buah, mengurangi jumlah biji dalam buah. Kerja hormon auksin akan terhambat jika terkena sinar matahari (cahaya).
Cara kerja hormon auksin adalah menginisiasi pemanjangan sel dan juga memacu protein tertentu yang ada di membran plasma sel tumbuhan untuk memompa ion H+ ke dinding sel. Ion H+ mengaktifkan enzim tertentu sehingga memutuskan beberapa ikatan silang hidrogen rantai molekul selulosa penyusun dinding sel. Sel tumbuhan memanjang akibat air yang masuk secara osmosis.
Setelah pemanjangan ini, sel terus tumbuh dengan mensisntetis embali material dinding sel dan sitoplasma. Selain memacu pemanjangan sel, hormon auksin yang dikombinasikan dengan giberelin dapat memacu pertumbuhan jaringan pembuluh dan mendorong pembelahan sel pada kambium pembuluh sehingga mendukung pertumbuhan  diameter batang.

3.      Hipotesis
Di tempat gelap, pertumbuhan kecambah akan lebih cepat, namun warnanya tambak pucat, kekuatan akarnya rapuh, dan bentuk batangnya cenderung bengkok dibandingkan biji kecambah kacang hijau yang berada di tempat terang pertumbuhannya lambat namun daunnya berwarna hijau, kekuatan akarnya kuat, dan bentuk batangnya lurus dan tegak.

4.      Rencana Penelitian
a.       Rumusan Variabel
                                                              i.      Variabel bebas   : cahaya di tempat terang dan gelaphhhhhHhhhajshkajshakjh.
                                                            ii.      Variabel terikat  : pertumbuhan kecambah biji kacang hijau dengan indikator tinggi tanaman, dan warna daun.
                                                          iii.      Variable kontrol : biji kecambah, kapas, air, cahaya, kelembapan suhu.
b.      Alat dan bahan
                                                              i.      Alat                    : 2 botol air mineral yang sudah dipotong ½ bagian, penggatris, kardus (bila diperlukan), label.
                                                            ii.      Bahan                 : biji kecambah kacang hijau 15 butir, kapas, air.

5.       Melakukan penelitian
a.       Siapkan 2 buah botol air mineral yang sudah dipotong ½ bagian.
b.      Masukan kapas secukupnya yang terlebih dahulu dibasahi air secukupnya.
c.       Masukan 4 butir biji kacang hijau untuk masing-masing botol.
d.      Berilah label! Label I untuk biji kecambah yang disimpan di tempat gelap dan Label II untuk biji kecambah yang disimpan di tempat terang.
e.       Simpan tanaman Label I di tempat gelap yang tidak terkena cahaya (bila perlu gunakan kardus yang diberi lubang sedikit untuk sirkulasi udara).
f.       Simpan tanaman Label II di tempat yang terkena cahaya. Usahakan jangan simpan tanaman dibawah sinar matahari langsung!
g.      Siramlah tanaman setiap pagi dan sore hari setiap hari dengan air secukupnya.
h.      Amatilah pertumbuhannya sselama 6 hari! Ukur tinggi batang tanaman dan amati warna daun, sistem perakaran, dan bentuk batangnya!

6.      Mengumpulakan data
a.       Tempat Gelap
No.
Tanggal
Biji
I
Biji
II
Biji
III
Biji
IV
Rata-
rata
Keterangan
1.
13/9/12
0
0
0
0
0
Baru tumbuh akar
2.
14/9/12
3
3
4
3,5
3,375

3.
15/9/12
7
5
7
7
6,500
Mulai tumbuh daun
4.
16/9/12
10
6,5
10
11
9,750
Tampak berwarna pucat
5.
17/9/12
14
7,5
14
14
11,625

6.
18/9/12
20
8,5
18
18
16,125

b.      Tempat Terang
No.
Tanggal
Biji
I
Biji
II
Biji
III
Biji
IV
Rata-
rata
Keterangan
1.
13/9/12
0
0
0
0
0
Baru tumbuh akar
2.
14/9/12
1
0,5
0
0
0,375

3.
15/9/12
2,5
2
1
0,5
1,500

4.
16/9/12
5
5
3
1
3,500
Mulai tumbuh daun
5.
17/9/12
7
6
5
3
5,250
Tambak berwarna hijau
6.
18/9/12
13,6
11
9
6
9,875



7.      Kesimpulan
Hormon auksin sangat berpengaruh pada pertumbuhan biji kecambah kacang hijau. Dimana hormon ini, bekerja dengan sangat baik bila tidak terkena cahaya. Hormon tersebut membuat tanaman Label I (di tempat gelap) pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan tanaman Label II (di tempat terang). Dalam jangka waktu 6 hari, tanaman Label I memiliki tinggi rata-rata sekitar 16,25cm, sedangkan tanaman Label II memiliki tinggi rata-rata sekitara 9,875 cm. Dapat disimpulkan perbedaannya mencapai:
60,8 %
Dari segi warna, tanaman yang disimpan di tempat geklap berwarna pucat. Sedangkan tanaman yang disimpan di tempat terang berwarna hijau, karena daunnya mengandung klorofil yang dihasilkan bunga karang berguna untuk fotosintesis.
Batang tanaman Label I kurang kokoh, sehingga tanaman cenderung bengkok. Sedangkan tanaman Label II cukup kokoh dan cenderung tegak.
Sistem perakaran tanaman Label I kuran kokoh, mudah lepas dari medianya (kapas). Sedangkan sistem perakaran Label II lebih kokoh dan tidak mudah lepas.
Dari kenyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa HIPOTESIS TERJAWAB.

0 Comments:

Posting Komentar